Header Ads Widget


 

Nenek Sebatang Kara Jadi Korban Penipuan Berkedok Bantuan Kompor Gas di Nganjuk


Nganjuk, Revolosinews.com – Peristiwa dugaan penipuan dengan modus bantuan kompor gas elpiji kembali terjadi dan menimpa warga lanjut usia di wilayah Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (28/5/2027). Korban diketahui seorang janda lanjut usia bernama Mbah Laminem (78), yang hidup seorang diri dan diduga menjadi korban hipnotis oleh tiga orang tak dikenal dengan kerugian material 1,3 juta rupiah.  

Menurut informasi yang dihimpun awak media Revolosinesw.com, para pelaku diduga berjumlah tiga orang dengan menggunakan sebuah mobil berwarna putih. Mereka datang ke rumah korban dengan berpura-pura sebagai pihak yang akan memberikan bantuan kompor gas elpiji lengkap dengan selangnya.

Saat ditemui awak media dan menceritakan kejadian Laminem tampak masih syok dan kebingungan atas kejadian yang menimpanya. Dengan suara lirih, ia menjelaskan bahwa ketiga orang tersebut datang dengan sikap ramah dan meyakinkan.

“Mereka bilang dari kantor, katanya saya dapat bantuan kompor gas elpiji beserta selangnya. Saya diminta ikut difoto untuk syarat pendataan,” ungkap Nenek Laminem.

Para pelaku kemudian meminta korban melepas anting-anting yang sedang dipakai dengan alasan sebagai syarat untuk proses foto bantuan tersebut. Setelah dilepas, korban diminta menaruh perhiasan itu di tempat yang sudah ditentukan oleh pelaku.

“Katanya kalau mau difoto harus dilepas dulu antingnya. Terus saya disuruh menaruh di tempat yang dia tunjuk,” tuturnya.

Diduga para pelaku sudah membagi peran masing-masing. Saat satu pelaku berbicara kepada korban, pelaku lainnya mengajak korban menjauh dari lokasi tempat anting-anting tersebut diletakkan. Dalam kondisi bingung dan seolah tidak bisa menolak perintah para pelaku, korban hanya menuruti semua arahan yang diberikan.

“Kenapa saya kok nurut saja dan tidak bisa menolak, saya juga bingung. Dia bilang hari Sabtu bantuan akan datang dan saya diminta menunggu di rumah,” katanya.

Setelah para pelaku berpamitan dan meninggalkan lokasi, korban baru menyadari bahwa anting-anting miliknya sudah hilang dan diduga dibawa kabur oleh para pelaku. Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, Nenek Laminem kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada salah satu perangkat desa setempat.

Kejadian ini menjadi perhatian warga sekitar karena modus bantuan sosial masih sering digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mencari korban, terutama warga lanjut usia yang tinggal sendirian. Warga berharap aparat terkait dapat segera melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut agar pelaku bisa segera tertangkap.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap orang asing yang datang membawa iming-iming bantuan sosial, terlebih jika meminta barang berharga atau data pribadi. Apabila ada program bantuan resmi, warga diharapkan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada perangkat desa maupun instansi terkait agar tidak menjadi korban penipuan serupa.

Peristiwa yang menimpa Nenek Laminem menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kini semakin beragam dan menyasar kalangan lansia maupun warga yang kurang memahami prosedur bantuan resmi dari pemerintah.(Ir)

Posting Komentar

0 Komentar