NGANJUK Revolosinews.com - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin terasa di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya melalui kegiatan karnaval yang diikuti keluarga besar SMP Negeri 2 Nganjuk, pada hari Selasa (11/8/2026). dengan mengusung tema "Bandung Bondowoso, Roro jongrang, dan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur"
Dalam sambutan wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro,, berharap ini sebagai semangat kita dalam menyambut (HUT) ke 81 hari kemerdekaan Republik Indonesia berdaulat adil dan makmur, pawai karnaval budaya belajar SMP MTSN Hari ini bertujuan untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia jaga mengenang para pejuang bangsa.
Kami berharap, semoga acara ini menjadikan semangat kita untuk mengingat para pahlawan yang telah gugur di medan perang, juga melestarikan budaya yang sudah ada seperti halnya pawai karnaval budaya pada hari ini."harapan kami semoga kegiatan berjalan dengan lancar tidak ada sesuatu halangan apapun bagi para peserta semuanya dan hati-hati di jalan," tuturnya.
Dan sebelum pemberangkatan para peserta karnaval SMP Negeri 2 melakukan teatrikal mengisahkan kisah Bandung Bondowoso mau memperistri Roro Jonggrang, dalam kisahnya Roro Jonggrang, mau menjadi istri tetapi punya sarat untuk dibuatkan dua sumur dan 1000 candi.
sarat itu disanggupi malam itu Bandung Bondowoso, mengerahkan para mahluk Jin untuk membantu membuat dua sumur dan seribu candi, Roro Jonggrang panik dan ketakutan kerena semalam itu sudah mencapai 999 dengan jumlah 1000 sebagai sarat.
Roro Jonggrang, memerintahkan para dayang untuk membakar jerami dari sisi timur langit menjadi merah dan menumbuk lesung padi sebagai bertanda hari sudah menjelang pagi, dikira para jin itu sudah pagi, akhirnya para jin berlarian meninggalkannya. Dianggap dikhianati, Bandung Bondowoso, mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi 999 manjadi genab 1000.
Setelah teatrikal selesai SMP Negeri 2 dengan nomor urut 2 diberangkatkan, para pelajar SMP Negeri 2 Nganjuk tampil penuh kreativitas dengan berbagai kostum, atribut, seni dan budaya Nusantara. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini, rangkaian karnaval mengambil titik start dari Stadion Anjuk Ladang finish Alun alun pendopo Kabupaten Nganjuk
tepat pukul 13- 00 para peserta karnaval diberangkatkan dan bergerak menyusuri Jalan A. Yani hingga menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk sebagai titik finish, dan total jarak tempuh kurang lebih 3 kilometer dengan diikuti siswa siswi SMP Negeri 2 sejumlah 95 pelajar.
Sejak awal keberangkatan, suasana terlihat meriah. Para siswa tampil dalam kelompok masing-masing dengan berbagai kreasi yang telah dipersiapkan. Nuansa merah putih turut menghiasi barisan peserta sebagai simbol semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sepanjang Jalan A. Yani, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga yang berada di pinggir jalan turut menyaksikan iring-iringan peserta. Sejumlah masyarakat bahkan mengabadikan berbagai penampilan pelajar melalui kamera telepon seluler.
Kepala SMP Negeri 2 Nganjuk, Ani Sutiani, bersama jajaran guru dan pendamping turut memberikan dukungan kepada para siswa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pihak sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan, ketertiban, dan kelancaran peserta selama menempuh rute karnaval.
Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” juga menjadi pesan penting yang disampaikan melalui kegiatan tersebut. Para pelajar sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memahami bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi juga harus diisi dengan kegiatan positif, pendidikan, prestasi, kreativitas, dan semangat membangun bangsa.
Karnaval menjadi salah satu media pendidikan karakter yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Mereka belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kekompakan, toleransi, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat.
Selain itu, keberagaman kostum dan kreasi yang ditampilkan para siswa menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan yang harus dirawat dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.
Perjalanan sekitar tiga kilometer dari Stadion Anjuk Ladang menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk dilalui para peserta dengan penuh semangat. Meskipun harus berjalan cukup jauh, keceriaan dan kekompakan tetap terlihat hingga rombongan tiba di lokasi finish.
Kegiatan karnaval tersebut juga menjadi bentuk partisipasi aktif SMP Negeri 2 Nganjuk dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat para siswa menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu bangsa.
Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, rasa tanggung jawab, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dengan berakhirnya perjalanan di Pendopo Kabupaten Nganjuk, seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian karnaval dengan tertib. Kegiatan tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi para siswa maupun masyarakat yang menyaksikannya.
Karnaval SMP Negeri 2 Nganjuk pada 11 Agustus 2026 akhirnya bukan sekadar kegiatan pawai untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol semangat generasi muda dalam menerjemahkan makna kemerdekaan melalui kreativitas, persatuan, budaya dan pendidikan.
Dari Stadion Nganjuk, menyusuri Jalan A. Yani hingga finis di Pendopo Kabupaten Nganjuk, langkah para pelajar menjadi gambaran semangat generasi penerus bangsa untuk terus bergerak menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.(Irno)


0 Komentar