Nganjuk Revolosinews.com, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Muttaqien Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, menggelar kegiatan wisudawan Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-3 Metode Ummi, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PSHT Desa Kendalrejo tersebut diikuti ratusan santriwan dan santriwati TPQ Al Muttaqien. Acara berlangsung penuh khidmat dan menjadi salah satu momentum penting bagi para santri setelah mengikuti proses pembelajaran Al-Qur’an secara bertahap.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kendalrejo, tokoh agama, para ustaz dan ustazah, serta seluruh wali santri. Kehadiran para orang tua menjadi bentuk dukungan terhadap proses pendidikan keagamaan yang dijalani anak-anak mereka.
Tepat pukul 19.00 WIB, kegiatan dimulai dengan pembukaan. Suasana semakin khidmat ketika seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan Khotmul Qur’an yang dibawakan oleh para santri TPQ Al Muttaqien.
Ratusan santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Bagi keluarga besar TPQ Al Muttaqien, Khotmul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bentuk penghargaan atas proses belajar para santri dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
Selain Khotmul Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Imtihan ke-3 dengan menggunakan Metode Ummi. Melalui kegiatan tersebut, kemampuan para santri dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an diharapkan dapat terus berkembang secara bertahap dan terarah.
Dalam sambutannya, Ustad Subur, selaku koordinator sekaligus Ketua TPQ Al Muttaqien, menyampaikan bahwa keberadaan TPQ Al Muttaqien telah berlangsung cukup lama dan memiliki legalitas yang jelas.
Menurutnya, sejak tahun 2015 TPQ Al Muttaqien telah mendapatkan izin legalitas. Hal tersebut menjadi salah satu dasar bagi lembaga untuk terus mengembangkan kegiatan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak di Desa Kendalrejo dan sekitarnya.
Ustad Subur juga menyampaikan bahwa para tenaga pendidik yang mengajar di TPQ Al Muttaqien, baik ustad maupun ustazah, telah melalui proses verifikasi. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya lembaga untuk memberikan pembelajaran Al-Qur’an yang baik kepada para santri.
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Subur memberikan pesan kepada seluruh santri khusunya 9 santri malam ini yang diwisuda agar tidak hanya rajin belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua.
“Saya berharap kepada semua santri untuk selalu hormat kepada kedua orang tua. Karena orang tua merupakan orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, terutama dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya,” pesan Ustad Subur dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh anak-anak yang hingga saat ini belum mengikuti pembelajaran mengaji agar segera belajar Al-Qur’an.
“Saya juga berharap kepada anak-anak yang belum belajar mengaji untuk segera belajar mengaji,” lanjutnya.
Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini sangat penting sebagai bekal bagi generasi penerus. Selain kemampuan membaca Al-Qur’an, anak-anak juga diharapkan memiliki akhlak yang baik, menghormati orang tua, menghargai guru, serta mampu hidup berdampingan dengan masyarakat.
Kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-3 Metode Ummi tersebut juga menjadi momentum bagi para wali santri untuk melihat secara langsung perkembangan pendidikan anak-anak mereka selama mengikuti pembelajaran di TPQ Al Muttaqien.
Para wali santri tampak memberikan perhatian dan dukungan selama rangkaian acara berlangsung. Dukungan keluarga dinilai menjadi bagian penting dalam keberhasilan pendidikan keagamaan anak, karena proses belajar tidak hanya berlangsung di lingkungan TPQ, tetapi juga perlu mendapatkan pendampingan dari orang tua di rumah.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, keluarga besar TPQ Al Muttaqien berharap pembelajaran Al-Qur’an bagi generasi muda di Desa Kendalrejo dapat terus berkembang. Para santri juga diharapkan tidak berhenti belajar setelah mengikuti Khotmul Qur’an maupun Imtihan, melainkan terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan agama sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, sopan santun, serta rasa hormat kepada orang tua dan para guru.
Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-3 Metode Ummi TPQ Al Muttaqien pun menjadi sebuah momentum kebersamaan antara santri, guru, wali santri, tokoh agama, dan pemerintah desa dalam mendukung tumbuhnya generasi Qur’ani di Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.(Irno)


0 Komentar