Header Ads Widget


 

Dinas Kesehatan Pacitan Targetkan Angka Stunting Turun Menjadi 14,2 Persen pada 2029


PACITAN ,RevolosiNews com,13 oktober 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menargetkan angka stunting atau tengkes di wilayahnya turun hingga 14,2 persen pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita.

Penurunan angka stunting membutuhkan upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga keluarga. Langkah ini dilakukan melalui penguatan pelayanan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode awal kehidupan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga dapat berdampak terhadap perkembangan kognitif dan kesehatan dalam jangka panjang.

Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Tahun 2026, Sekretariat Wakil Presiden akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Tahun 2026 di Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 21 s.d. 23 September 2026. 

Pada kegiatan ini akan dilakukan  sesi Penandatanganan Komitmen Kepala Daerah dalam Pencegahan dan penurunan Stunting. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji  beserta jajaran OPD(Organisasi Perangkat Daerah)terkait penanganan stunting, BAPPERIDA, Dinas Kesehatan dan Dinas KBPPPPPA  menghadiri kegiatan ini secara daring di ruang kerja Bupati pada tanggal 22 September 2026.

Untuk mencapai target tersebut, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak sebelum kelahiran, antara lain melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan balita secara berkala di posyandu.

Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Pacitan. Dengan intervensi yang tepat sasaran dan berkesinambungan, target penurunan angka stunting menjadi 14,2 persen pada 2029 diharapkan dapat tercapai,(Ddk).

Posting Komentar

0 Komentar