Pacitan,RevolosiNews.com – Dalam rangka menyukseskan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2026, empat calon Kepala Desa Sooka menyampaikan visi dan misi di gedung aula desa sooka yang di hadiri fokopimca dan tokoh masyarakat desa sooka, sebagai bentuk komitmen serta keseriusan mereka dalam mengabdikan diri untuk membangun desa,(02/11/2026).
Kegiatan penyampaian visi dan misi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Pilkades 2026. Melalui kesempatan ini,masing-masing calon dengan nomor urut;
1.Ruliyati,s.pd.
2.Aris Rahmanto,s.sos
3.Widhi Nugroho
4.Suharyanto
diberikan ruang untuk memaparkan program kerja, gagasan, serta arah pembangunan yang akan dilaksanakan apabila nantinya mendapatkan amanah dari masyarakat.
Keempat calon Kepala Desa Sooka menyampaikan berbagai gagasan dan harapan demi kemajuan desa. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan warga, hingga penguatan transparansi dan tata kelola pemerintahan desa.
Penyampaian visi dan misi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan. Dengan demikian, warga dapat mengenal lebih dekat program dan komitmen masing-masing calon sebelum menentukan pemimpin desa untuk periode mendatang.
Adapun Kepala Desa terpilih nantinya akan mengemban amanah untuk masa jabatan hingga tahun 2034. Masa kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk membawa Desa Sooka menuju arah pembangunan yang lebih maju, mandiri, transparan, dan sejahtera.
Kepala Desa yang menjabat saat ini Eko Wahyudi,A.md. berpesan " Mari sukseskan pilkades Desa sooka dengan aman,damai,tertip dan demokratis, perbedaan pilihan bukan alasan untuk terpecah,karena kemajuan desa sooka merupakan tanggung jawab bersama."
Ucap dalam pidatonya.
Melalui kegiatan ini, seluruh calon diharapkan dapat mengedepankan persaingan yang sehat, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.
Pilkades bukan sekadar ajang kompetisi untuk mendapatkan jabatan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan masa depan desa. Siapa pun yang nantinya terpilih, diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik,(Ddk).




0 Komentar