Header Ads Widget


 

Renungan Doa Bersama May Day 2026 Penuh Dengan Khitmad PJI Kabupaten Nganjuk


Nganjuk,𝙍evolosinews.com – Suasana malam yang hening dan penuh khidmat menyelimuti jalannya kegiatan renungan doa bersama dalam rangka mengenang kembali perjalanan hidup Marsinah, sosok pejuang buruh yang namanya terus hidup dalam sejarah perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi jurnalis, aktivis, LSM, serikat buruh, hingga kalangan akademisi ini menjadi momentum refleksi bersama atas nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan yang telah ditorehkan Marsinah semasa hidupnya.


Acara ini, bertempat di Aliun Alun desa Kacangan Kecamatn Brebek, Kabupaten, Nganjuk, 2/5/2026,  dengan suasana kebersamaan  yang tenang, di mana para peserta secara khusyuk mengikuti rangkaian doa dan tahlil bersama yang dipimpim anggota PJI Supirno, 

Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam, seakan mengajak seluruh hadirin untuk sejenak merenungi perjalanan hidup seorang perempuan sederhana yang mampu mengguncang dunia dengan keberaniannya.

Dalam rangkaian renungan tersebut, disampaikan kembali kisah perjalanan hidup Marsinah. Ia dikenal sebagai seorang buruh pabrik yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di tengah kondisi yang penuh tekanan dan ketidakadilan. Dengan tekad yang kuat, Marsinah berani menyuarakan aspirasi rekan-rekannya, menuntut keadilan atas upah dan perlakuan yang layak bagi kaum buruh.


Namun perjuangan itu tidaklah mudah. Di tengah situasi yang sarat risiko, Marsinah tetap teguh berdiri di garis perjuangan. Hingga akhirnya, pengorbanan terbesar pun harus ia alami. Kepergiannya menjadi luka mendalam, sekaligus simbol nyata bahwa perjuangan menegakkan keadilan seringkali menuntut harga yang tidak kecil.dan pada akhirnya pemerintah Republik Indonesia, melalui presiden Prabowo Subianto memberikan gelar kepada Marsinah, pahlawan buruh nasional indonesia  pada 10 November 2025

Dalam sambutan ketua PJI Impi Yusnandar S.Sos. S.H., M.H., M.A.P., M.M. menegaskan bahwa kegiatan renungan doa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa Marsinah.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani semangat perjuangan beliau. Marsinah, telah memberikan pelajaran berharga bahwa keberanian dan kejujuran adalah kunci dalam memperjuangkan kebenaran,” ujarnya.


Sementara itu, salah satu akademisi yang hadir DR. Junari, S.Ag.M.Si., juga menyampaikan bahwa nilai perjuangan Marsinah memiliki relevansi yang sangat kuat hingga saat ini. Menurutnya, isu-isu ketenagakerjaan masih menjadi perhatian penting, sehingga semangat perjuangan seperti yang dicontohkan Marsinah, harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Perjuangan Marsinah, bukan hanya milik masa lalu, tetapi menjadi inspirasi bagi masa kini dan masa depan. Ia adalah simbol keberanian perempuan, simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, dan simbol harapan bagi para pekerja,” ungkapnya.

Selain itu, para aktivis yang hadir Puguh Santoso,  juga mengajak," seluruh peserta untuk tidak melupakan sejarah, serta terus menjaga semangat solidaritas antar sesama. Mereka menilai bahwa mengenang Marsinah adalah bagian dari upaya merawat ingatan kolektif agar perjuangan serupa tidak pernah padam." pungkssnya.



Memasuki puncak acara, seluruh peserta diajak merenungkan dan menundukkan kepala, memanjatkan doa bersama. Dalam suasana yang haru, doa-doa dipanjatkan agar almarhumah Marsinah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta agar nilai-nilai perjuangannya terus hidup dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penuh kekeluargaan, diiringi harapan bahwa renungan malam tersebut tidak hanya menjadi momen mengenang, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya memperjuangkan keadilan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta memperkuat solidaritas sosial.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan semangat perjuangan Marsinah akan terus menginspirasi, tidak hanya bagi kaum buruh, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih adil dan bermartabat.(Irno)

Posting Komentar

0 Komentar