Nganjuk.Revolosinews.com.- Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Kamis malam (4/6/2026). Ribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti pengajian akbar dan sholawat bersama Majelis Jam'iyah Sholawat Jibril (JSJ) yang digelar dalam rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Ngringin.
Acara tersebut menjadi puncak dari rangkaian tradisi sedekah bumi yang setiap tahun diselenggarakan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, serta keberkahan yang diberikan kepada seluruh warga desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Lengkong, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), anggota DPRD, Kepala Desa Ngringin beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.
Sebelum pelaksanaan pengajian dan sholawat bersama, masyarakat Desa Ngringin telah menggelar tasyakuran sedekah bumi beberapa hari sebelumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area punden desa yang diyakini masyarakat sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah karena berkaitan dengan pendiri Desa Ngringin.
Dalam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut, warga berkumpul membawa berbagai sajian dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap para leluhur yang telah membuka dan membangun desa hingga berkembang seperti saat ini.
Memasuki malam puncak kegiatan, lantunan sholawat menggema dari panggung utama yang dipimpin oleh Majelis Jam'iyah Sholawat Jibril (JSJ). Ribuan jamaah tampak larut dalam lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Kepala Desa Ngringin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terus menjaga tradisi sedekah bumi sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
"Sedekah bumi bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan menjadi sarana memperkokoh persatuan masyarakat Desa Ngringin," ujarnya.
Sementara itu, mubalig yang hadir dalam acara tersebut, Gus Jauhari, didampingi Ustad Arif Al Qumar, menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam ceramahnya, Gus Jauhari mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa merawat kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, perbedaan merupakan anugerah yang harus dijadikan kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis.
"Keberagaman jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh atau saling menyalahkan. Justru dengan keberagaman itulah kita belajar saling menghargai, saling menghormati, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah kebangsaan," tuturnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya persatuan dan kekompakan masyarakatnya.
"Jika masyarakat rukun, saling membantu, dan menjaga silaturahmi, maka insya Allah keberkahan akan turun kepada desa ini. Sedekah bumi dan sholawat bersama seperti malam ini menjadi salah satu sarana memperkuat persaudaraan tersebut," tambahnya.
Acara yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta kemajuan Desa Ngringin. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui penyelenggaraan sedekah bumi yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan seperti sholawat dan pengajian, masyarakat Desa Ngringin menunjukkan bahwa tradisi budaya dan nilai-nilai religius dapat berjalan beriringan dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta melestarikan warisan leluhur yang telah menjadi identitas desa selama bertahun-tahun.(Ir)


0 Komentar