Header Ads Widget


 

*Sengketa Goa Gong, Dari Awal Pengelolaan Hingga 2014, Pemkab 70% Retribusi, 30% Dibagi Desa, Para Penemu dan Untuk Pemilik Tanah*

Pacitan, Jatim 𝙍𝙚𝙫𝙤𝙡𝙤𝙨𝙞𝙣𝙚𝙬𝙨.𝙘𝙤𝙢 - Fakta-fakta baru seputar sengketa Goa Gong antara pemilik lahan dan Pemkab bermunculan. Ini potensial merubah persepsi publik yang sempat minir kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan. Seolah selama 32 an tahun, Pemkab di kesankan melakukan pembantaran dan atau mengambil orang lain, yaitu pemilik lokasi Goa Gong. Framing media itu selama ini sudah meresahkan bukan saja Pemkab Pacitan tetapi juga hati nurani masyarakat Pacitan secara keseluruhan.

Bahkan warga Pacitan yang lagi merantau pun ikut gelisah, Ayik (28) menjelaskan dari BSD Puspitek, "Rasanya musykil Pemkab Pacitan sejahat itu, atau setidak-tidaknya, membaca media online kita timbul pertanyaan, apa seburuk itu manajement Pemerintah Kabupaten Pacitan?"

Dedy Arisandy Punjung, sangat menyayangkan berita negatif dan framing itu, sekaligus memberikan catatan kritis terhadap kinerja Dinas Infokom yang tidak memiliki sense of crisis memadai. Lebih lanjut, aktifist para legal ini sedang mengumpulkan dan menghimpun bukti-berita di medsos dan upaya pihak-pihak tertentu yang telah membuat citra Pemkab Pacitan tercoreng. "Kalau ada aktor intelektual dan atau mens rea yang cukup sebagai bukti awal kami tidak segan-segan untuk menyeret mereka ke meja hijau, setelah kami selesaikan naskah somasi dan tidak ada tindak lanjut yang terukur dari mereka."

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Munirul menjelaskan, "Memang yang sebenarnya terjadi hanya perubahan skema kerja sama dan tata kelola terkait perubahan regulasi dan Perundang-Undangan. Tahun transisi itu terjadi pada 2014, khususnya terhadap UU tentang Otonomi Daerah yang berimbas pada otonomi desa. Sebelumnya, proporsi pembagian pendapatan dari retribusi Goa Gong itu, 70% untuk Pemkab dan selebihnya 30% di bagi kepada Desa, pemilik lahan dan penemu Goa Gong yang berjumlah 8 orang."

Pria penggemar peternakan dan Porang ini menambahkan, "Ada 2 permasalahan yang sebetulnya memerlukan pendekatan dan penyelesaian berbeda. Alhamdulillah berkat komunikasi kita yang  baik dengan para pihak, sebagian sudah terselesaikan."(HrB) 

Posting Komentar

0 Komentar