Nganjuk, Revolosinews.com. Suasana penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur begitu terasa dalam rangkaian kegiatan bersih desa yang digelar warga masyarakat Desa Ngringin, dusun Gempol, dan Sumberjo, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Pada hari Senin 25/5/2026
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, Pemberdayan Masyarakat Desa, (PMD) Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, (Forkopimcam,) tokoh masyarakat dan agama.
Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, menyampaikan rasa kagumnya terhadap masyarakat desa Ngringin, yang begitu kompak dan guyub rukunnya dalam kebersamaan melakukan acara bersih desa sebagai bentuk wujud syukur kepala Tuhan Yang Maha Esa, kami sangat mengapresiasi dan mengedukasi kegiatan ini sebagai langka kerukunan warga bermasyarakat. ujarnya.
Tradisi bersih desa, yang diyakini sakral dari turun-temurun yang hingga kini masih terus dilestarikan menjadi wujud nyata rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, keselamatan, dan kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai memadati lokasi kegiatan. Mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, ibu-ibu PKK, hingga anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Dengan mengenakan pakaian adat maupun busana sederhana khas pedesaan, warga bergotong royong mempersiapkan kebutuhan acara, mulai dari tumpeng, hasil bumi, hingga perlengkapan hiburan rakyat.
Kepala desa, Ika Agustina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi bersih desa merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan bersih desa ini, kita berharap masyarakat desa Ngringin, semakin guyub rukun, saling membantu, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Tidak hanya doa bersama, kemeriahan acara juga semakin terasa dengan adanya puluhan judang berisi makanan hasil bumi yang tertata menyerupai orang tidur di arak keliling desa, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan tersebut sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.
Selain itu, panitia juga menghadirkan hiburan rakyat yang semakin menambah semarak suasana. Mulai dari pertunjukan seni tradisional, tayuban, campursar, yang menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Gelak tawa dan kebahagiaan, tampak menghiasi wajah warga yang hadir menikmati acara tersebut.
Momentum bersih desa, juga dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga, yang selama ini disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Dengan berkumpul bersama dalam satu kegiatan, masyarakat dapat kembali menjalin komunikasi dan memperkuat rasa kekeluargaan.
Tradisi bersih desa menjadi bukti bahwa budaya gotong royong dan rasa kebersamaan masyarakat pedesaan masih terus terjaga dengan baik. Di tengah perkembangan zaman modern, masyarakat tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai adat dan budaya sebagai identitas serta kekayaan warisan bangsa yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.(Ir)


0 Komentar