Header Ads Widget


 

Dump Truck Bermuatan Tanah Urug Terguling Saat Proyek Pembangunan Jalan PT Srea Sewu Indonesia, Sopir Selamat Tanpa Luka

Nganjuk Revolusinews.com -Nasib beruntung dialami Ambon, seorang sopir dump truck pengangkut tanah urug yang sedang bekerja untuk proyek pembangunan jalan menuju area pabrik penetasan telur milik PT Srrea Sewu Indonesia. Kendaraan yang dikemudikannya tiba-tiba terguling ke sisi kanan saat masih dalam kondisi membawa muatan penuh.


Peristiwa tersebut terjadi 10/6/ 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di Desa Kedungrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, dump truck yang sedang melintas di area proyek mendadak kehilangan keseimbangan hingga terguling ke kanan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.


Saat ditemui awak media, Ambon mengungkapkan dugaan penyebab insiden tersebut. Menurutnya, kondisi badan jalan yang belum padat dan lapisan tanah urug yang kurang tebal menjadi faktor utama yang menyebabkan kendaraan tidak stabil saat melintas.


“Pemadatannya kurang dan tanah urugnya juga kurang tebal. Untung dengan kejadian ini saya tidak apa-apa. Dengan refleks yang cepat saya bisa selamat dari musibah ini,” ujar Ambon.
Kejadian itu sempat menjadi perhatian para pekerja dan warga sekitar. Proses evakuasi kendaraan pun dilakukan agar aktivitas proyek dapat kembali berjalan normal.


Selain insiden dump truck terguling, awak media yang berada di lokasi juga menyoroti penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area proyek. Dari hasil pantauan, para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana yang diwajibkan dalam peraturan keselamatan kerja. Tidak tampak penggunaan helm keselamatan, rompi reflektif, maupun perlengkapan keselamatan lainnya yang seharusnya digunakan saat bekerja di area konstruksi.


Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait tingkat keselamatan para pekerja, mengingat proyek pembangunan jalan memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi apabila prosedur K3 tidak diterapkan secara maksimal.


Di sisi lain, awak media juga menyoroti aktivitas dump truck yang mengangkut tanah urug ke lokasi proyek. Muatan kendaraan yang melintas perlu mendapat perhatian dan konfirmasi dari pihak terkait, terutama mengenai kesesuaiannya dengan batas tonase yang diperbolehkan. Pasalnya, terdapat dugaan bahwa beberapa kendaraan mengangkut muatan melebihi kapasitas yang ditentukan.


Jika dugaan tersebut benar, kondisi itu berpotensi menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan desa yang dilalui kendaraan pengangkut material. Sejumlah warga berharap pihak perusahaan maupun instansi terkait dapat melakukan pengawasan dan evaluasi agar kegiatan proyek tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan fasilitas umum.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Srea Sewu Indonesia terkait penyebab kecelakaan  tergulingnya dump truck tersebut, penerapan standar K3 di lokasi proyek, maupun dugaan kelebihan muatan kendaraan pengangkut tanah urug. Masyarakat berharap pihak perusahaan segera memberikan klarifikasi serta mengambil langkah-langkah perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Ir)

Posting Komentar

0 Komentar