Ngajuk Revolosinews.com - Hiruk pikuk suara masyarakat, dentuman musik tradisional, serta semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi budaya Boyong Noto Projo di Kabupaten Nganjuk. Ribuan warga tampak memadati sepanjang ruas jalan yang dilalui rombongan kirab untuk menyaksikan secara langsung prosesi budaya 6/6/2026 yang telah menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Kabupaten Nganjuk.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai wilayah telah berkumpul di sepanjang jalur kirab. Mereka dengan antusias menunggu lewatnya rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T. jajaran Forkopimda, Forkopimcam, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Nganjuk.
Prosesi Boyong Noto Projo diawali dengan arak arakan pusaka yang menjadi simbol perjalanan sejarah perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk. pusaka tersebut dikawal kendaraan patroli pengawal (patwal) dan diikuti oleh rombongan pejabat daerah yang turut mengambil bagian dalam kirab budaya tahunan tersebut.
Rute kirab dimulai dari kawasan Kabupaten Lama di Alun-Alun Berbek menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk yang berada di pusat pemerintahan saat ini. Sepanjang perjalanan, masyarakat memberikan sambutan hangat dengan melambaikan tangan dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Tidak hanya kendaraan resmi pemerintah, berbagai moda transportasi tradisional turut memeriahkan kirab. Dokar yang dihias dengan beragam ornamen warna-warni menjadi daya tarik tersendiri. Sepeda ontel dan becak yang telah dipercantik dengan berbagai dekorasi khas budaya Jawa juga ikut berpartisipasi, menambah semarak suasana kirab yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut.
Keunikan kirab semakin terasa dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Para kepala sekolah SMP negeri se-Kabupaten Nganjuk turut ambil bagian dalam prosesi dengan menaiki dokar yang telah dihias secara menarik. Mereka tampak melambaikan tangan kepada masyarakat sebagai bentuk sapaan dan penghormatan kepada warga yang hadir menyaksikan kirab.
Kehadiran para kepala sekolah tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelajar yang sejak pagi telah berjejer di sepanjang jalan. Dengan penuh antusias, para siswa menyambut rombongan kirab sambil mengibarkan bendera kecil dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi..S.E S.H. M.M.M.B.A. menyampaikan bahwa Kirab Budaya Boyong Noto Projo bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah upaya untuk mengingat dan menghargai sejarah perjuangan para pendahulu yang telah membangun Kabupaten Nganjuk hingga berkembang seperti saat ini.
“Kirab ini bukan sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap tahun. Ini merupakan momentum bersejarah yang menandai perpindahan pusat pemerintahan kabupaten. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk mengenang perjuangan para pendahulu serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah daerah,” ujar Bupati Marhaen Djumadi.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami perjalanan sejarah daerahnya agar memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh para pendiri Kabupaten Nganjuk.
Lebih lanjut, Bupati berharap tradisi Boyong Noto Projo dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai edukatif sekaligus memperkuat identitas daerah. Melalui kirab budaya ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan tontonan yang menarik, tetapi juga diajak memahami makna sejarah yang terkandung di dalamnya.
Pelaksanaan Kirab Budaya Boyong Noto Projo tahun ini berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan warga yang memadati jalur kirab menjadi bukti bahwa tradisi budaya tersebut masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Nganjuk.
Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal, Boyong Noto Projo kembali menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mengenang perjalanan sejarah perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah.(Ir)


0 Komentar